Posts

Merasakan Indonesia Timur di Belanda

Image
Selama empat tahun terlibat di Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia ( BaKTI ), saya  berkesempatan menjelajahi banyak tempat di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Saya tak hanya menyaksikan panorama alam yang mempesona yang dikenal sebagai “surga kecil jatuh kebumi” tetapi setiap interaksi dengan keberagaman budaya, dari upacara tradisional hingga pertunjukan, telah membuka mata saya pada kekayaan tak terhingga dari warisan budaya Indonesia Timur.  Tidak hanya alam dan budaya, tetapi juga kebaikan dan keramahan masyarakat setempat menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman ini. Mereka bukan sekadar tuan rumah yang ramah, tetapi juga membuka pintu hati dan cerita, memberikan pengalaman yang hangat dan berharga. Kesederhanaannya mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, memberikan makna akan pentingnya toleransi dan keberagaman. Mengalami keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia telah menyadarakan saya pada pe...

TIDAK HARUS KE UNIVERSITAS

Image
“tidak semua anak harus ke universitas. Tidak semua anak harus ke universitas ditahun yang sama lulus SMA”   Kurang lebih seperti itu kata-kata Bapakku saat saya lulus di Universitas Hasanuddin beberapa tahun yang lalu. Saat itu, saya tidak terlalu hirau namun rasanya kata-kata itu menemukan realitasnya ketika beberapa waktu lalu cukup ramai perbincangan mengenai lulusan S1 salah satu universitas terbaik di Indonesia yang kalah bersaing dengan lulusan STM dalam mendapatkan pekerjaan.   Semakin tinggi sekolah, makin sukses   Kenapa anak-anak kita “paksakan” agar masuk ke universitas? Dugaan berbasis pengalaman dan pengamatan sederhana saya adalah karena jika lulus SMA dan tidak ke universitas, maka anak akan dengan spontan kita labeli gagal, atau tertinggal, atau bodoh atau minimal “aduh kasihan sekali.” Akibatnya keluarga akan malu jika ada anggota keluarga yang gagal masuk universitas. Maka berlomba-lombalah orang berusaha semaksimal mungkin, jika bisa segala macam cara,...

Merajut Jalan Menuju Pembelajaran yang Membahagiakan

Image
Foto oleh: Nurhaya Nurdin (Fak. Keperawatan, Unhas) pada kegiatan pelatihan Active Citizens Social Enterprise (Unhas - British Council) “Kids don’t learn from people they don’t like” – Rita Pierson. Kata-kata Pierson logis, karena orang cenderung menghindari apa-apa yang dia tidak sukai. Lantas bagaimana pembelajaran bisa terjadi jika orang menghindar? JC Tukiman Taruna menuliskan opini di kompas.id berjudul “ Universitas Sekolah Dasar” dan Kurikulum Merdeka ” (14-02-2022). Terinspirasi oleh apa yang dilkukan oleh John Dewey di Universitas Chicago (1894), Tukiman mempromosikan Joyful Learning Model (JLM) dengan meminjam semangat fun learning dari suasana pembelajaran anak usia dini.  Kenapa harus fun? karena manusia cenderung mendatangi hal-hal yang menyenangkan. JLM ini diupayakan secara gencar bisa terimplementasi secara penuh di UNIKA Soegijpranata Semarang dengan harapan terwujudnya suasana menyenangkan, gembira, keceriaan sepanjang proses pembelajaran. Jika harapan itu ter...

Teman (baru kenal tapi) Rasa Sahabat!

Image
Saya dapat informasi kalo Kepala Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH) yang baru adalah orang dari Sulawesi Selatan. Katanya dari Toraja, ada kabar juga kalo dia orang Gowa. Entahlah. Selang beberapa lama, seorang teman, Lana, menelpon dan mengabarkan bahwa dia sudah bertemu pak Kepsek SIDH. Namanya pak Herman Tahir, dia orang Gowa tapi sejak lama sudah menjadi guru di Toraja. Terakhir, sebelum ke Belanda, dia adalah kepala sekolah SMP Negeri 1 di Makale, Tana Toraja. Melalui telpon itu juga, saya dikasih tahu kalau pak Herman ingin ketemu dengan saya. Katanya " ooh anaknya Prof. Sallatu? Panggil dia kesini ". Akhirnya saya dan Lana mengatur jadwal untuk bersamaan ada di SIDH.  Saya beruntung mengenal Lana, sepupu dari sahabat saya, Adelina. Kata Lana " saya sudah dapat surat tugas dari Adelina naah, jangan macam-macam hihi ". Awal-awal pindah ke student housing, pertanyaan Lana " ada mi kasur mu? ada mi kompormu? butuhko alat dapur? ada mi mejamu? " beberapa ...

What a Lovely Surprise Virtual Farewell

Image
Dua malam sebelum berangkat, saya mendapatkan pesan whatsapp undangan Rapat Departemen, pesan ini dikirimkan oleh Pak Aswin Baharuddin, Sekretaris Dept. HI. Agendanya adalah persiapan pelaksanaan pelatihan Active Citizens secara virtual.  Dan ternyata rapat departemen itu adalah surprise dari teman-teman dosen dan student volunteer serta mahasiswa HI lainnya. Saya betul-betul terharu karena malam itu adalah malam penuh cemas karena pagi besoknya saya harus tes swab pcr sebagai prasyarat bisa berangkat studi. Bagaimana tidak cemas, tiket sudah issued dan tes swab dilakukan sehari sebelum berangkat.  Bagaimana jika hasil swabnya saya terkonfirmasi covid? gimana dengan tiketnya, apakah hangus? gimana dengan pembayaran kamar untuk isolasi mandiri selama 10 hari? dimana saya harus isolasi mandiri di Makassar? kapan saya bisa berangkat lagi? itu semua pertanyaan-pertanyaan cemas yang selalu muncul dikepala. Jadilah malam farewell itu menjadi malam yang sangat emosional bagi saya, te...

Bisakah kelas virtual dibuat Vibrant?

Image
Selamat malam pak, saya .... maba hubungan internasional. Kalau boleh tau bapak mengajar pengantar hubungan internasional kelas apa pak? Saya mau ikut kelas bapak 😁 Makasih sebelumnya pak πŸ™  belum tahu dek, nda hapal.  Kelas A,B,C atau D pak?  saya mesti cek lagi    Kira kira kapan pak? Agar saya hubungi bapak lagi😁   -----  Begitu satu dari beberapa percakapan sekitar 8 minggu lalu dengan mahasiswa baru. P2KMB baru selesai, kelas belum mulai, mahasiswa baru dan dosen belum pernah bertemu, tapi ada beberapa mahasiswa yang "ngotot" mau ikut dikelasku. Semangat belajar mereka ini yang bikin saya juga akhirnya bersemangat untuk mempersiapkan kelas dengan baik.  Tapi saya juga penasaran, sejauh mana harapan mereka terhadap kelas saya, terhadap dept HI, terhadap diri mereka sendiri dan terhadap teman-temannya. maka pertemuan pertama saya siapkan untuk sesi saling berkenalan dan bersama-sama mengisi "pohon harapan" (saya menggunakan platform p...