Posts

Showing posts with the label indonesia

Pandemi Covid19: Ujian Bagi Evidence Based Policy

Image
gambar diambil dari freepik.com Sulawesi Selatan dan ibukotanya, Makassar, saat ini dipimpin oleh akademisi dengan jabatan (sebagian masyarakat umum memaknainya sebagai sebuah gelar) tertinggi dalam dunia pendidikan: Professor. Saya yakin bahwa banyak orang yang berharap kedua pemimpin itu dapat merumuskan kebijakan-kebijakannya dengan berbasis pada obyektifitas, memiliki bukti-bukti yang didapatkan melalui serangkaian proses sistematis, semua bersesuaian dengan nature dari jabatan/gelarnya. Hal ini dikenal sebagai kebijakan berbasis bukti atau evidence based policy . Sebuah tantangan yang tidak mudah mengingat bahwa dunia kebijakan sangat kompleks dan terlalu banyak faktor yang mempengaruhi, bukti dan/atau hasil riset hanya salah satu faktor saja.  Mengapa kita layak berharap pada kebijakan berbasis evidence ? Meskipun bukan menjadi hal baru karena sejak zaman Yunani Kuno, Aristoteles telah mengajukan pemikiran tentang perlunya kontribusi beragam pengetahuan pada pembuatan aturan...

Saya tidak mau berdamai dengan Covid19

Image
gambar diambil dari freepik.com Berdamai itu seperti apa? jika dalam konteks kita berkonflik atau berperang maka secara sederhana makna berdamai itu adalah kedua belah pihak bersepakat untuk tidak saling serang. Menurut KBBI, perdamaian adalah penghentian permusuhan/perselisihan. Damai dalam artian lain adalah kondisi dimana ketiadaan konflik, kondisi aman, tenteram, tenang, rukun.   Kita diajak berdamai dengan covid19, artinya ada 2 pihak; kita dan covid19. apakah kontek perdamaian perang/konflik lebih pas untuk memaknai himbuan perdamaian dengan covid ini atau dalam makna kondisi aman, tenang dan rukun. Jika ada 2 pihak, maka yang paling relevan adalah konteks dua belah pihak berkonflik. Toh selama ini ramai narasi "perang melawan covid19". Jika berdamai dalam konteks perang, maka kedua belah pihak dituntut untuk melakukan sesuatu agar kondisi damai bisa terwujud. Bisakah kita bernegosiasi dengan virus covid19 ini agar dia melakukan sesuatu agar kita bisa berdamai? Rasanya ...

Wahai perempuan, speak louder please, make yourself heard!

Image
Sabtu tanggal 25 April lalu Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Sulsel mengadakan webinar tentang Covid 19 dan dampaknya terhadap perempuan. Saya dan mahasiswa dimata kuliah "Gender dalam Hubungan Internasional" berkesempatan untuk nimbrung. Saya mengajak mahasiswa saya mengikuti webinar tersebut karena dua alasan: topiknya relevan serta sesuai dengan dinamika aktual dan karena webinar menghadirkan pembicara yang luar biasa, sayang untuk dilewatkan. Dalam diskusi yang waktunya sangat terbatas tersebut memang tidak mampu mengutarakan semua pendapat orang, oleh karena itu saya mencurahkannya lewat status dengan mengupayakan seringkas mungkin. Dalam mata kuliah, kami membahas artikel ini dimana ada beberapa negara menunjukkan statistik yang bagus dalam menghadapi pandemi, dan negara-negara ini punya kesamaan: dipimpin oleh perempuan. Dalam diskusi kemaren saya sebenarnya mau mengajak para tokoh perempuan agar tidak hanya berbicara tentang dampak Covid ini ter...